Dengan bumi yang selalu bullat..kehidupan akan selalu berputar...berputar dan akan terus berputtar...kisah didalamnya juga akan berputar..namun tudak kembali pada poros yang sama
Sanggupkah kita untuk memaakan ataukah hanya...saling menyalahkan...
Ataukah hanya..saling menyalahkan..???
Pernah mngalami hal sperti ini...terkurung dalam keadaan buah simalakama..memutuskan 2 masalah yang sama-sama penting buat kita??lalu saking udah bingungnya...satu kelompok akhirnya saling menyalahkan...Harga dirisegalanya...belum ada keterbukaan dan siap menerima masing-masing keputusan..tentunya benar-benar hal yang takmudah dilakukanya....Lalu ketika sebuah keputusan diambil...keputusan seperti apa yang dibutuhkan...??salah satu mengalah???ataukah memang harus kalah..???kalau harus kalah lalu bagaiman dengan yang tak bisa menerima kekalahan??
Mungkinkah akan ada cara yang tak menyakiti satu sama lainya???mungkinkah ada keputusan yang tak membuat salah satunya terlukai hatinya...????apa harus ada saling mengerti meski hati sakit???lalu kanapa semuanya seakan berputar-putar hanya seperti itu????
“Seberapa pantaskah untuk ku tunggu Cukup indahkah dirimu untuk slalu kunantikan Mampukah kau hadir disetiap mimpi buruku..? Mampukah kita bertahan disaat kita jauh..
Seberapa hebatkah kau untuk ku banggakkan?? Cukup tangguhkah dirimu untuk slalu kuandalkan.. Mampukah kau bertahan dengan hidupku yang malang..? Sanggupkah kau meyakinkan disaaat aku bimbang..??”
Celakanya meski bukan kau yang paling pantas untuk ku nantikan namun aku terikat dalam alurnya.... dan kau pergi juga hilang kemanapun kau suka...
Mungkin kini kau telah menghilang tanpa jejak...Mengubur semua indah kenangan....
Lalu kamu tersenyum...” Kenangan kita mana yang indah... menyakitkan...” katamu getir.. Aku berdiri dihadapanmu dan mengerjapkan mataku yang kata orang indah...”saat ini.... saat kamu bersamaku...”Kamu berdiri... “hal ini gak akan terulang lagi... cukup... saja sampai disini...” 4 Tahun kemudian.....Aku membanting telepon genggam baruku pada kasur yang empuk...” halagh... munafik...”umpatku pada diriku sendiri...
Ok... dengar perempuan cantik.... Prinsip adalah sebuah pengangan yang akan menjagamu jika kamu melenceng jadi jangan coba-coba mangkir dari prinsip yang kamu gembor-gemborkan sana sini... Ingat....hidup di Dunia ini ada pertanggung jawabanya...dan sementara ini apa yang kamu lakukan akan kamu pertanggung jawabkan pada orang tuamu... dan Nanti pada TUHANmu...Tidak takut...??? silahkan...“Aku mencintainya... mencintainya...” coretku pada buku dyari pink.. milikku... “Tuhan... maafkan aku jika rasa ini benar-benar telah merasuki seluruh tubuhku... Tuhan.... aku terpagut rindu yang dalam padanya dan aku tahu engkau menjaga diriku dan dirinya...Hingga tidak kau pertemukan aku dengannya... meski pun kami berada jarak yang begitu dekat...”Aku menutupnya....menenangkan batin yang bergejolak... kangen... Cuma satu kata itu yang mengisi jiwa rapuh ini... Ah... LEBAI.... !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Setiap orang itu mempunyai kepribadian yang berbeda.. tidak semua orang mempunyai kepribadian yang sama... semua orang... tidak ada yang identik satu dengan yang lainnya...namun setiap orang yang berbeda itu mempunyai satu hak yang sama...”MENCINTAI”... siapapun yang ingin dia cintai....kata abstrak itu juga mengandung arti yang berbeda bagi setiap manusia...kisah diatas... sebagai contohnya... betapa perasaan mencintai yang menjadi hak setiap orang YANG terkadang menyakiti pihak lainnya...
Bukan membahas cinta yang sudah banyak dibahas dimanapun... tapi membahas seberapa pantas orang itu untuk kita cintai....????
• Seolah ia begitu indah • Ia begitu sempurna
Adakah cacat yang kamu temukan dari orang yang kamu cintai ketika kamu mencintainya..??
jawabanya tidak...karena sumpah,,, tidak satu manusia pun bisa bebas dari rasa ini....
Tuhan menciptakan tumbuhan lengkap dengan diciptakanya air sebagai energinya... Tuhan menciptakan Siang lengkap dengan malam yang menggantinya...lalu bukan tidak mungkin Tuhan menciptakan cinta lengkap dengan benci yang menyelimuti dan berbeda tipiiiiiiiiis...
“Dia yang pantas kamu cintai adalah yang....emmmm..bingung... hehe” laki-laki jangkung dengan lesung pipit dipipinya itu malah senyum-senyum gak jelas ketika ku tanyai siapa ya orang yang pantas aku cintai...
“Dia... adalah orang yang bisa jadi ‘imam” kamu...”perempuan teman SMU ku yang kini telah bersuami itu menjawab begitu...dan banyak jawaban lain yang membuatku semakin bingung dengan siapa yang pantas aku cintai... lalu ketika aku bertanya..
“ Pantaskah si ......... aku cintai...???”Mereka menjawab..:
“ Enggak... karena pantesnya buat aku...hehe” “Enggak... dia udah kelewatan memperlakukan kamu sperti itu...” “Enggak... ati-ati...kamu Cuma akan jadi korban cewek yang ditolaknya lagi.. dan itu ngancurin image kamu... gak malu apa??” “Udah gak usah ngeyel... dia gak cinta sama kamu...ngapain kamu mencintainya...”
Hanya satu yang mengucapkan ia pantas aku cinai... ia pantas mendapat tempat di hati ini... siapa yang bilang??Y a...aku .... :) Kesimpulannya... yang namanya manusia itu...susah mendengarkan kata orang lain untuk masalah ini... bagi mereka yang bener adalah kata hati,,, meski nanti endingnya begitu menyakitkan... hanya ada satu pilihan jika sudah berani mencintai... yakni berani di sakiti....“Astaghfirrullahhhhh...". Sementara rasa sakit itu... tidak seindah rasa cinta yang termiliki... lalu.... "Siapkan hatimu jika kamu disakiti... karena dicintai itu sudah merupakan kodrat manusia,,, namun disakiti itu..butuh persiapan mental hingga kamu nanti mampu bertahan..."
*In memoriam..with all my best prend SMU... gak ada habisnya membahas satu kata "cinta" yang kita sndriri belum merasakannya... hehehehe :)
Lepas dari kejadian itu... aku kembali merasakan sesuatu yang aneh pada puasa tahun 2005.. Seorang anak SMK yang dulu aku seakan tidak perduli dengan keadaannya, akhir-akhir ini aku menjadi begitu dekat dengannya, ini bermula karena temanku si Nova adalah pacar temannya, anggap saja nama anak SMK itu Roni, Aku mendapatkan no.HP Roni dari Nova, dan iseng... aku missed call... eh ternyata dia mengirimiku sms,,, Huft.. ternyata benar kata orang kalau dia itu benar- benar cowok yang aneh..!!!! pemalu itu kesan pertama yang aku temukan darinya, kedua ia begitu pendiam... dan kata-katanya itu lho.... make my heart sick... n i’m so ilfill with him... bener... sebel banget...!!!
hingga suatu malam aku harus menjenguk tetanggaku yang sakit, dan menyebalkannya aku harus melewati jembatan dimana ia sering kali nongkrong bersama teman-temannya... gitaran ra nggenah pokoke..aku sama sekali tidak menyapanya... bersama mbak ku aku jalan terus tidak memperhatikannya hanya saja sedikit mencuru-curi pandang kearahnya.. kulihat saat itu dia memakai celana jeans sobek-sobek kesukaannya dan jacket levis yang aku tidak tahu kapan terakhir kali dia mencucinya, rambutnya yang agak gondrong ia biarkan tergerai menuupi wajah yang kata orang-orang cakep.. dan kacamata yang selalu menempel dimatanya itu cenderung membuat dia makin... hmmm apa ya... saat itu aku benar-benar tidak menyadari bahwa ia itu sebenarnya cakep sekali hahahha,,, Berawal dari sms-sms yang tidak penting, aku kemudian merasakan ada sesuatu yang penting dari hubungan itu... aku saat itu hanya mampu berkata pada kakakku.. “Dengan berteman dengannya itu sudah lebih dari cukupp... mbak... aku tidak berani beharap telampau jauh..” Ya... coba saja kamu pikirkan mana berani berharap banyak pada orang yang seumur hidupnya jarang sekali dekat dengan yang namanya cewek... dan dengar-dengar... cewek tercantik di SMA ku pun dia tolak... Ya Allah... apalagi aku..? aku bukan seorang yang cantik... apalagi perfect, maka dengan rasa “tahu diri” tak berani aku berhaap banyak padanya...Namun... yang namananya rasa itu tidak bisa terkendali.. meluap-luap, melihat sikapnya yang tidak pernah dibuat-buat.. , dan satu yang membuatku kagum pada sosok itu... dia adalah orang yang tidak pernah neko-neko... sederhana... n gak banyak bicara... meski ia juga tidak pernah mengerti bagaimana cara menghadapi perempuan... ia terlalu naif untuk dijelaskan... Bulan purnama itu yang akan terus menjadi saksi betapa tiap malam aku menulis untuknya... dan aku tidak pernah merasakan sesuatu yang bisa menjadi inspirasiku kecuali manusia itu... sebenarnya benci... tapi ia aneh... dan aku menikmati keanehannya...
Waktu semakin berjalan.. bulan puasa tahun itu terasa indah kulewati... do’a-do’a yang ku lantunkan padanya juga semuanya... kami tidak pernah dan hampir menghindari terlibat percakapan hanya berdua saja... selalu ada alasan untuk menghindari itu... hanya sms dan telfon yang menjadi jembatan komunikasi kami... kamu tahu, kenapa ia tidak pernah mau bicara padaku..?? ia malu katanya... aku juga begitu sebenarnya... ia menjadi begitu aneh padaku... hal yang paling tidak bisa aku terima adalah ia seperti benar-benar bersikap aneh padaku.. padahal kepada teman-temanku yang lain dia biasa saja kenapa padaku ia bgitu aneh... huft aku tidak mengerti jawabanya.. aku tidak paham apa yang ada dalam pikirannya... aku hanya diam.. dan mencoba menerima dia seperti apa yang ia mau... aku begitu “manut” padanya alasanku cukup rasional... ia tidak pernah memintaku melakukan hal yang aneh, nyleneh dan sebagainya... aku merasa nyaman padanya... salahkah aku??? Waktu memebuat aku semakin terperangkap dalam pesonanya... aku tersadar aku terpenjara... namun aku menyukainya... saat itu rasanya tidak ada yang lebih baik darinya... hampir 80% sikapnya aku nilai positif.. entahlah anak itu memang seperti tidak pernah salah... Ia membuatku dekat pada yang diatas... ia membuatku menjadi orang yang sederhana.. ia membuatku menjadi seorang perempuan yang tahu akan kodratnya... meski dia selalu menganggapku anak kecil... salah.. dan salah...
Ia terlalu meremehkan aku.... kadang kata-katanya membuat hatiku sakit, dan benar-benar sakit... mungkin sampai saat ini rasa sakit itu masih terasa... meski aku memaafkannya... nmaun luka yangditorehkannya sulit untuk sirna... aku merasa aku begitu lemah didepanya... sumpah!!!! Baru kali ini ada cowok yang bisa membuatku lebay setengah hidup....
Astagfirrullah....aku jadi heran... dengan diriku sendiri, Hingga pada hari itu, awal mula kesalahan yang mungkin baru ia hadapi terjadi... dan bencana itu datang... semua karena salahku... tapi jika orang tuaku sedikit mengerti maksud ku.. maksud kami berdua... semua itu tidak akan terjadi... dan ia mungkin tidak akan membenci keluargaku... seperti saat ini...
Siapa yang bersalah masih menjadi pertanyaan sampai saat ini... aku sebenarnya yang merasa bersalah... dan ia juga biegtu.... ia merasa bahwa ia yang bersalah... hanya satu yang merasa benar di sini... Orang tuaku... mereka merasa benar dengan klaim.. klaim... mereka... tapanapa mereka ketahui disini kami tersiksa dengan semua itu... Andai para “orang tua” itu tahu bahwa tidak ada hubungan apa-apa anatara aku dan laki-laki itu.... mungkin masalahnya tidak akan beralrut sampai disini... Aku saat itu masih SMU kelas dua... apa yang bisa dilakukan anaka sma seusiaku... menangis...?? menangis...??? dan ia???? Tak lagi kudengar suaranya menyapaku.. tak lagi kubaca smsnya yang membuat panas hatiku... perlahan tapi pasti ia menjauh dariku... jauh... ia tidak tahu disini aku membutuhkannya... aku terseok bangun dari tekanan semua orang disekelilingku... dan ia tak ada... aku tahu ia bukan siapa-siapaku.. tapi salah kah.. jika saat itu ia bantu aku untuk bangun.... Aku sakit... hingga sekolahku sedikit terbengkalai... Hingga ku akhirnya mengerti bahwa ia pun disana terjatuh... sakit... memghadapi tekanan dari sekelilingnya... aku tahu kami sama-sama sakit.... meski tidak ada hubungan yang jelas diantara kami tapi ketika masalah itu datang dan seharusnya kami hadapi bersama... tapi ia memilih pergi.. dan aku memilih mundur... sudahlah....ia bukan orang yang tepat untukmu.... sabarku pada diriku sendiri... Lama sekali aku merasakan trauma... aku rasa seluruh keluargaku mengerti.... aku menjadi begitu sensitif ketika ada yang mengucapkan “cinta” ataupun film-film di TV yang berkisah tentang itu...aku bisa langsung marah dan membentak-bentak siapa saja yang menontonnya....atau yang menceritakannya.. Kisah ini masih panjang.. hingga kini aku tidak mengerti sampai kapan akan berakhir...aku tahu aku harus mengakhirinya... namun aku tidak mengerti bagaimana... cara aku berlari dari sesuatu yang aku sendiri enggan keluar dari porosnya...
Tapi sekarang aku bukan anak smu lagi yang bisa ia perlakukan dengan seenaknya sendiri, semaunya sendiri... aku punya prinsip sekarang... dan kamu tahu maaf itu selalu terbuka untuk kamu... meski tidak mungkin aku lupa atas apa yang kamu lakukan padaku... Aku akan membiarkanmu pergi bersama sayap-sayap yang telah kembali utuh... disini aku akan mulai menjahitnya satu persatu... hingga sayap itu benar-benar kuat ketika aku akan terbang... tidak perlu sayap emas... tidak perlu yang berbahan baja... aku hanya perlu sutra... hingga ia akan menghampirimu dengan kelembutannya... tidak ada yang berubah jika kamu berani mengambil keputusan... namun jika memang kamu akan pergi jauh... aku tahu kita punya jalan hidup yang berbeda... meski pernah ada pintu terbuka untuk melangkahkan kaki didalamnya...
kamu beruntung.. kamu bisa mencabik-cabik hati yang rapuh ini... Tapi kamu salah jika kamu mengira kamu akan berhasil menginjak-injaknya... esok kita bertemu.. entah apa yang akan kembali terjadi namun memori itu tidak akan pernah mati... jangna coba kamu hapus... karena itu akan semakin sakit untuk melupakannya... aku tahu masih begitu lekat kejadian itu... tidak ada yang ingin aku paksakan... jika kamu memilih pergi.... itu pilihanmu... jika kamu kembali... tambal kembali sayap yang patah itu dengan kelembutan... pada waktu yang tepat...
Tanpa hal-hal yang tidak pernah sesuai dengan prinsip dan keyakinan kita... karena aku tahu.... jalan yang kamu pilih itu benar, kamu menikmatinya, kamu bahagia didalamnya... dan itu sudah lebih dari cukup jika aku melihatmu tertawa tanpa beban... hadapai hari esok dengan senyuman... dan aku sekarang juga telah menemukan jalan itu meski tanpamu dan tak seterang dulu,, tapi ini cukup menjadi tameng bagi diriku,, menjaga apa yang telah di jiwa.. selamanya hingga waktu yang akan menjawab nya...
Aku tidak memungkiri ada kuncup-kuncup lain yang datang menyapa... tapi sama sepertimu... sama seperti katamu... tidak ada keberanian untuk itu... Kita tahu.. kita terlalu takut untuk mencoba... hal yang baru... yang tidak pernah terlintas sebelumnya... mungkin itu lebih indah.. tapi menyakiti orang lain begitu sakit untuk kembali kita dengar...karena kita pernah merasakan kesakitan itu.. Jangan berubah....
Aku sedikit bercerita tentang bagaimana awal aku puasa dimassa kecilku..
Hidup dalam sebuah kesederhanaan dengan kedua orang tua angkatku... saat itu usiaku menginjak delapan tahun, satu hal yang membekas dalam pikiranku ketika itu...
Kamu tahu...??? saat itu adalah tahun 1998... dikala reformasi dan gerakan mahasiswa genjar dimana-mana... bakar membakar dan sebagainya...
Aku tidak pernah mengerti langsung mereka melakukan demonstrasi di depan mataku...
Hanya ditelevisi.. danhanya dengan itu rasanya otakku sudah merekam semua peristiwanya,, sampai tertanam.. dalam jiwaku... aku tidak suka seperti itu.. aku tidak pernah menyukai kekerasan...
Aku kecil...belum memikirkan apa yang menjadi alasan mereka... melakukan itu semua..
Yang paling membekas di kepalaku adalah... naiknya harga BBM terutama harga minyak tanah... yang membuat uang sakuku berkurang..
Ibuku mengeluh tiap kali mau membeli minyak tanah.. betapa uang seribu rupiah itu dahulu sangat berarti nilanya..
Huft sejak saat itu aku tidak lagi bisa jajan tiap membeli minyak tanah... uang sudah pas... seribu rupiah...
Awal puasa itu juga merupakan awalkebahagiaan bagi keluarga kecil ku...
Untuk pertama kalinya bapak dan Ibu angkatku mempunyai seoang putra...
Diberi nama Via... Silviana Ramadhani...
Hmm... mereka bahagia sekali... hingga hari itu aku dibebaskan tidak berpuasa oleh keluarga kecilku... Hahai...
Puasa perdanaku itu terbilang cukup sukses...
Hanya satu kali bolog... pada saat ibu angkatku melahirkan... Woow..! J
Puasa kali itu sudah lupa rasanya aku menghitung puasa keberapa yang aku jalani...
Yang jelas aku sudah kembali kejawa.. dan aku sudah remaja... meski Remaja awal....
Hmm... saat itu aku duduk di bangku kelas tiga SMP...
Aku tidak mengerti di Usiaku yang masih sangat belia...
Aku merasa ada getaran-getaran aneh di hatiku... Kepada seorang santri yang sedang PPL di desaku...
Sepertinya usia kami cukup jauh, tapi dia begitu baik kepadaku juga pada semua orang di Desaku...
Ia adalah seorang santri yang seharusnya bisa menjaga adab dan kelakuannya di Desaku..
Tapi sepertinya ketertarikan itu juga ia rasakan kepadaku...
Hingga suatu pagi, seusai sholat Subuh dan jalan-jalan pagi....
Kami, semua anak muda di Desaku berkumpul di depan Masjid di sebuah lapang Volley ball
Dan Santri itu duduk di dekatku, Ia tetap menjaga jarak denganku... dan ia bertanya kepadaku..
“ Kamu ngerti bahasa arab enggak..??”
“Enggak..”
Lalu ia tersenyum dan berkata...” Anna ukhibukhi ya.. akhwat...”
Hmmm... aku kebingungan saat itu... benar-benar kebingungan... apa sih artinya...
Pagi itu dia memberikan sorban hitamnya padaku...
Wangi.... benar-benar wangi... ia sepertinya memakai misik atau apalah jenisnya...
Sorban itu aku cuci tapi tetap saja masih harum oleh minyak wangi itu...
Hingga pada saat itu aku diberitahu oleh temanku.. bahwa arti kata-kata itu adalah...
Aku mencintaimu wahai si perempuan..
Hufttttt..... aku jadi tidak bisa biasa jika ketemu dengannya...
Dag dig duer.... jantung ini berdetak dengan kencangnya...
Tapi ia adalah panutan di desaku... dan akupun juga harus menjaga etika dan kelakuanku...
Karena aku adalah perempuan.... yang harus dijaga perlaku dan tutrkatanya... juga sikapnya...
Jika aku mau hidup tenteram disitu.. tanpa teguran keras dari Guru kami.....
Ternyata aku mulai kalah... disini...kalah mempertahankan pendapatku tentang ini,,, mengenai apa yang dulu aku yakini ini akan merenggut semua waktu yang kumiliki... Tapi ternyata disini keindahanya.. katika aku berjalan dan peluh mulai mengalir di dahiku...
Ketika... aku merasakan betapa sulitnya merangkai kata yang jelas, padat dan bermakana.. bukan yang bertele-tele... huft... satu malam kadang aku sampai tidak bisa memejamkan mata karena ini... Tapi ada satu hal.. yang membuat aku betah.. entah apa itu aku juga jarang bisa memaknainya..
Ketika aku mulai lelah... ia justru... datang menghampiri lalu entah apa itu.... aku belum benar-benar mengerti...semangat itu timbul ketika memang benar-benar aku mengalami satu titik jenuh yang menyesakan...hingga dadaku sesak ingin menumpahkan tangisannya di semua tulisan... yah... sekarang menangispun sepertinya tak perlu lagi dengan airmata... menangis... cukup dengan tulisan.. dan ia akan bermakna lebih dari sebuah tangisan..
Aku akan berkata... Aku mulai mencintai pekerjaan ku... dan aku kalah pada teguhnya dinding yang ku bangun dulu, menjadi anak yang patuh pada orang tuaku dan hanya tinggal duduk berdiam dirumah.. lari dari maslah dan tetap memilih zona aman dalam kehidupanku...
Lalu saat ini... aku melawan arus... gerak perputarannya yang cepat membuat aku sibuk sana dan sini.... Jarang... untuk bermain bersama teman-temanku... nongkrong bareng... atau apalh itu namanya....dan aku menikmati ini...ketika aku mulai peka dengan ketidak adilan yang terjadi... aku tersadar.. ketidak adilan bukan hanya aku yang mengalaminya..tapi mereka... dan aku yang dulu merasakan betapa jahatnya ketidak adilan tergerak untuk mencaci maki si Penguasa... bukan dengan Mulut hampa.. tapi kata yang bisa bermakna..
Panggilan itu datang... menanamkan idealisme,, yang dulu entah apa itu aku tidak pernah tau..
Sekarang ini menjadi hari-hariku bergelut dengan berita... aku menikmatinya.... meski aku tahu resiko yang haruss aku ambil....
Aku punya niat belajar disini...
Dan aku tahu... tak mungkin selalu benar dalam belajar... Aku ingin hidup ini dinamis... sampai titik jenuh yang kurasakan dulu akan sirna...